Rabu, 04 Agustus 2010

IBU…………….AYAH MAAFKAN ANAKMU

Pernahkah dirimu merasakan apa yang sedang ku rasakan saat ini? Rasa bersalah yang teramat sangat.Jauh dari orang tua yang sekarang hanya tinggal berdua. Tak ada lagi puteri yang di rumah, puteri satu-satunya berada dalam radius yang sangat jauh, untuk menempuh episode kehidupan yang selanjutnya. Betapa sepinya mereka.
Sewaktu bayi. Entah berapa kali kita mengganggu tidur nyenyak ayah yang mungkin sangat kelelahan setelah seharian bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Mungkin juga kotoran kita ikut tertelan ibu ketika kita buang “pup” di saat ibu sedang makan. Ibu juga tidak peduliketika teman-temannya marah karena membatalkan acara yang sangat penting karena tiba-tiba anaknya sakit. Kekhawatiran demi kekhawatiran tiada pernah henti mengunjungi mereka setiap kali kita melangkah.
Beranjak dewasa, betapa tabahnya ayah dan ibu menerima pembangkangan demi pembangkangan yang kita lakukan. Mereka hanya bisa mengelus dada.karena teman-teman di luar sana lebih berarti daripada mereka. Jarang sekali-kali kita mau menyisakan waktu untuk menyelami mimik wajah mereka yang penuh kecemasan ketika kita pulang telat karena ayah dan ibu selalu menyambut kita dengan senyum. Pernahkah dirimu, bangun tengah malam dan mendengar tangisan ibu dalam do’anya. Seperti yang pernah aku dengar? Tangisan dan do’a itulah yang mengantar kesuksesan kita, pernahkah kita tahu ayah dan ibu terluka dan mengiba kepada Allah agar jangan di laknat, agar Allah mau mengampuni kita dan memberikan kehidupan terbaik untuk kita? Astagfirullahal’adzim.........
Ah...............betapa tak sebanding cinta dan pengorbanan mereka dengan balasan kasih sayang yang kita berikan. Setelah dewasa dan bisa menghidupi diri sendiri kita masih bisa melenggang ringan meninggalkan mereka ( mereka ikhlas asal kita bahagia) lalu? Mungkinkah kita bisa seperti Ismail as. Yang merelakan dirinya di sembelih ayah kandung demi menuruti perintah allah? Atau seperti Musa as. Yang di hanyutkan ketika bayi?
Ternyata kita masih sangat jauh lalu bhakti seperti apakah yang bisa kita persembahkan.Teman..........bantu aku agar optimis! Ya, masih banyak waktu untuk memabahagiakan mereka hal yang terkecil yang bisa kita lakukan adalah tak mengatakan tidak ketika mereka menyuruh atau menginginkan sesuatu tentu saja bukan yang bertentangan dengan agama dan segera ambil alat komunikasi, hu bungi mereka saat ini juga, sapa mereka dengan hangat pastikan nada suara kita bahagia, bahagiakan ayah, bahagiakan ibu mulai dari sekarang. Selagi Allah masih memberi kesempatan. Walau tak kan pernah sebanding do’a-do’a kitalah yang mereka harapkan menemani di peristirahatan terakhir nanti. Ya Allah...Ampunilah dosa-dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihi kami sedari kecil, jadikan kami termasuk anak-anak shaleh. Ya Allah.....hingga do’a-do’a kami, termasuk do’a-do’a yang Engkau ijabah. Aamien............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar